Terong Belanda (Cyphomandra betacea Sendt.)

Posted: May 3, 2010 in IPTEK
Tags: ,

Terong Belanda (Cyphomandra betacea Sendt) merupakan salah satu spesies yang terkenal di antara 30 jenis lainnya. Pada tahun 1970-an, terong belanda telah dikenal dengan nama tamarillo yang diadopsi di negara New Zealand dan menjadi nama standar dalam industri perdagangan.  Terong belanda belum jelas dari mana asalnya, namun diprediksi berasal dari pengunungan Andes, Peru dan Chili dan telah dikembangkan di Ekuador, New Zealand dan Bolivia. Berdasarkan klasifikasinya, terong belanda termasuk  ke dalam Divisi Tracheobionta, Kelas Magnoliopsida, Sub kelas Asteridae, Famili Solanaceae, Bangsa Solanales, Genus Cyphomandra, Spesies Cyphomandra betacea.

Terong belanda termasuk tanaman yang tumbuh di daerah tropis dengan ketinggian 1000 meter atau lebih dibawah permukaan laut. Daerah dingin (khususnya malam hari) dapat mendorong proses pembungaan. Terong belanda tumbuh baik di tanah yang drainasenya baik, kandungan organik dan kelembabannya sedang. Tanaman ini tidak tahan terhadap air yang menggenang. Pohonnya berbuah lebat, berumur panjang dan responsif terhadap pupuk kandang dan tempat-tempat yang kering.

Terong belanda merupakan buah nonklimaterik yang tidak akan banyak mengalami perubahan fisiologis setelah pemanenan. Lama musim panen terong belanda sekitar 6-7 bulan atau lebih. Buah matang penuh merupakan buah yang berkualiatas prima. Anatomi buah terong belanda dapat dilihat pada gambar berikut.

Gambar Buah Terong Belanda

Menurut Sutomo (2006), Terong belanda (Cyphomandra betacea) kaya akan provitamin A yang baik untuk kesehatan mata dan vitamin C untuk mengobati sariawan dan meningkatkan daya tahan tubuh. Mineral seperti potasium, fosfor dan magnesium mampu menjaga dan memelihara kesehatan tubuh. Serat yang tinggi di dalam terong belanda bermanfaat untuk mencegah kanker dan sembelit/konstipasi. Menurut Morton (1987) dalam Morton (1987), terong belanda mengandung vitamin C 23,3 – 33,9 mg/100 g daging buah, dengan kadar air 82,7 g – 87,8 g, protein 1,5 g, lemak 0,06-1,28 g dan karbohidrat 10,3 g. Kandungan gizi dari terong belanda dapat dilihat pada Tabel berikut.

Komposisi Jumlah

Air (%)

Protein (g)

Karbohidrat (g)

Lemak (ekstrak eter) (g)

Serat (g)

Nitrogen (g)

Abu (g)

Kalsium (mg)

Fosfor (dengan biji) (mg)

Fosfor (tanpa biji) (mg)

Besi (mg)

Karoten (mg)

Vitamin A (IU)

Tiamin (mg)

Riboflavin (mg)

Niasin (+biji) (mg)

Niasin (tanpa biji) (mg)

Asam askorbat (mg)

82,7-87,

81,5

 

10,3

0,06-1,28

1,4-4,2

0,223-0,445

0,61-0,84

3,9-11,3

52,5-65,5

13,1

0,66-0,94

0,371-0,653

540

0,038-0,137

0,035-0,048

1,10-1,38

1,011

23,3-33,9

Buah  terong  belanda berupa  buah  buni yang  berbentuk  bulat  telur.  Kedua ujungnya meruncing, bertangkai panjang dan daun kelopaknya tidak mudah rontok. Buah terong belanda memiliki kulit yang licin, tipis dan berwarna merah jingga sampai kekuning-kuningan. Kulit buah terong belanda mengandung suatu zat yang rasanya pahit, tetapi zat ini dapat dibuang dengan cara mengupas kulitnya dan menyeduhnya dengan air panas selama 4 menit. Biji buah terong belanda bulat pipih, tipis, dan keras.

Daging buah terong belanda agak keras sehingga memudahkan dalam penanganan pasca panen. Buah terong belanda cocok diolah menjadi sari buah karena kandungan air yang cukup tinggi, agak asam dan memiliki warna yang menarik.

Pada suhu ruang, daya tahan simpan buah sekitar 1 minggu, tetapi pada penyimpanan  dingin  dengan  suhu  3,5°C  ±  1°C   buah  dapat  disimpan   selama  8 minggu atau lebih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s